Lovely Toraja Menawarkan Momen Seru tak Terlupakan


Toraja, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang ada di Sulawesi selatan. Keunikan budaya menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan. Baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tana Toraja, menunjukkan jumlah yang fantastis. yakni 21 ribu pengunjung hanya dalam sembilan bulan. Yakni dari Januari hingga September 2012 (sumber data Sindonews). Ini bukti, kalau Toraja telah menjadi primadona pariwisata di Indonesia.

Malah, Pernah suatu waktu, saya bertemu dengan bule asal Inggris dan juga pelancong asal Jepang. Dua duanya saya tanya dengan pertanyaan yang sama. Kalau ke Indonesia maunya kemana saja. Yang dia sebut adalah Toraja setelah Bali. Apa artinya, Bahwa nama kabupaten yang memiliki jumlah penduduk sekitar 221.081 jiwa (data 2010) ini sudah mendunia. 

Lantas, muncul pertanyaan, Kenapa Toraja bisa sangat disenangi  para pelancong asing maupun domestik?


Untuk yang pernah ke Toraja tentu bisa menjawab pertanyaan ini. Ada banyak hal unik yang bisa kita lihat  dengan mata kepala sendiri. Mulai dari keunikan budaya yang dimiliki hingga keunikan arsitektur bangunan. Dan saya sendiri pun pernah menyaksikannya secara langsung. Dan memang beda sekali. Jika datang secara langsung dibanding hanya mendengar dari cerita orang lain. 

Berikut beberapa keunggulan wisata yang bisa dilihat di toraja

1. Rambu Solo
Rambu solo merupakan upacara adat kematian. Biasanya acara ini berlangsung dua sampai tiga hari. Tapi bisa juga sampai berminggu-minggu.  
Rambu Solo/ sumber:warisanindonesia.com

Dalam rambu solo, ada beberapa hal yang menarik untuk wisatawan. Pertama, mayat yang meninggal tidak langsung dianggap meninggal tapi disebut orang "sakit". Makanya diperlakukan layaknya masih hidup. dibungkus dengan beberapa helai kain, disiapkan makanan dan pakaian dan bahkan diajak bicara.  Pelancong juga masih bisa menyaksikan jenazah yang disimpan di bawah tongkonan (rumah adat toraja) Sampai keluarga mampu menyelenggarakan acara rambu solo

Kenapa mesti ada acara rambu solo ? Itu karena masyarakat adat toraja percaya bahwa rambu solo merupakan acara penyempurnaan arwah. Jadi sebelum digelar acara ini, arwah dari jenazah masih belum bisa melakukan perjalanan ke dunia arwah (puya). Arwahnya masih ada disekitar.  Olehnya itu, meski sudah bertahun tahun, masih harus tetap dilaksanakan.  Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam acara rambu solo juga banyak. Acara ini memperlihatkan semangat gotong royong, tolong menolong. Dan juga nilai reliji. Orang tak perlu takut akan mati. Karena itu merupakan satu perjalanan yang wajib dijalani untuk bisa menuju alam surga setelah kematia. Olehnya itu, harus disambut dengan gembira. 

Hal menarik kedua dari acara rambu solo, yakni setelah pihak keluarga mampu menyelenggarakan acara rambu solo maka akan diadakan pesta besar-besaran.  Dimulai dengan pemindahan jenazah ke tongkonang Tamuon (tempat jenazah berasal). Dalam acara ini akan ada pengorbanan kerbau. Dengan cara menebas leher kerbau dalam sekali tebas. Dan dagingnya akan dibagi bagikan kepada yang hadir. Sehari di Tongkonang Tamuon, jenazah dipindahkan lagi di Tongkonang Barebatu (tongkonan yang lebih tinggi ) dan dilakukan lagi pengorbanan hingga esoknya di antar ke Rante.

Hal menarik ketiga yang bisa anda saksikan dari acara rambu solo yakni pada saat jenazah diantar ke rante. Kalau sering melihat festival jalanan, maka akan mirip seperti itu. Di arakan paling depan akan ada yang membawa gong besar, diikuti di belakangnya tompi saratau (yang membawa umbul umbul), dibelakangnya lagi ada barisan tedong (kerbau), setelahnya ada kain merah panjang yang ditarik oleh jejeran wanita dan dibelakangnya baru jenazah yang dibawa dengan duba duba(keranda khas toraja).

Hal menarik keempat yakni, sampai di rante duba duba jenazah diletakkan di Lekkian (menara yang terbuat dari bambu menyerupai tongkonan dan yang paling tinggi dari rumah rumah lainnya). Para keluarga yang mengangkat peti akan tolong menolong dan berusaha menaikkan jenazah hingga puncak lekkian. Pemandangan ini tidak akan di dapatkan di tempat lain.

Hal menarik kelima, Setelah jenazah sampai di lekkian, tamu tamu akan duduk ditempat yang telah disediakan. Berbagai pagelaran pun dilakukan. Ada tari tarian, ada mappasilaga tedong (adu kerbau). Mappasilaga tedong merupakan salah satu yang paling ditunggu tunggu oleh tamu dan wisatawan. Berbagai jenis kerbau juga bisa disaksikan disini. Ada kerbau yang memiliki tanduk yang berputar ke bawah. Ada kerbau belang dan ini merupakan kerbau yang paling mahal.

Setelah di rante, jenazah kemudian akan dibawa kekuburan, ada yang dibawa ke tebing ada juga biasanya yang dibawa ke patane (kuburan dari kayu berbentuk rumah adat).


2. Rambu tuka`

Rambu tuka merupakan acara syukuran. Baik itu syukuran panen, pernikahan atau peresmian rumah adat tongkonang baru. Berbeda dengan acara rambu solo, di acara ini yang ada hanya kegembiraan. Pelaksanaannya pun dilangsungkan mengiringi matahari terbit, sedang rambu solo dilaksanakan tengah hari mengiringi matahari terbenam. 

Berikut video perayaan rambu tuka di Toraja (video ini diambil dari youtube)  



Hal menarik dari acara rambu tuka` adalah anda bisa melihat acara tari tarian, dan puluhan babi sumbangan dari para keluarga untuk disantap. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari cuplikan video berikut.

3. Londa

Tau-Tau di Londa / sumber: Sulsel.go.id

Merupakan kuburan yang berupa gua alam. Letaknya 30 menit dari kota Makale, Toraja. Jika berkunjung kesini, anda akan melihat peti peti dan tengkorak manusia yang umurnya sampai ratusan tahun.

Sebelum masuk di Londa, akan ada tau tau (patung menyerupai manusia) yang ada di dinding dinding tebing. Tau tau ini berjejer rapi, dan menjadi background foto yang seru jika berkunjung kesini.

Ada juga peti mati yang diletakkan di dinding tebing. Jadi dibuat lubang di dinding tebing seukuran peti. Pembuatannya bisa disaksikan secara langsung. Waktu saya kesana, saya sempat melihat bagaimana dinding tebing yang keras itu di pahat, di palu, hingga berbentuk seperti kotak dan pas dengan peti mati yang akan disimpan. Pembuatannya bisa berbulan bulan lamanya.

4. Ketekesu

Pemandangan Ketekesu / sumber: virtualtourist

Bagi yang ingin melihat rumah adat toraja tongkonang, maka harus menyempatkan datang ke ketekesu. Disini akan anda lihat jejeran tongkonan dengan rapi. Dengan latar belakang sawah yang menghijau jadi pemandangan yang tambah semarak.

Salah satu keunikan tongkonan yakni selain sebagai rumah, tongkonang juga dipercaya sebagai tempat manusia berhubungan dengan dunia surga. Keunikan tongkonang lainnya yakni di depan tongkonang akan didapati jejeran tanduk kerbau yang tersusun vertikal. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau, maka semakin tinggi tingkatan sosial yang dimiliki oleh yang punya rumah.

Atap tongkonan juga terbilang unik. Karena terbuat dari bilah bambu yang dibelah. Dan disusun rapi hingga mampu menutupi keseluruhan bagian atas tongkonan.

Selain tongkonang, di ketekesu juga kita bisa melihat perkuburan batu. Sama halnya seperti di Londa. Peti peti mati yang menyerupai bentuk sampan atau perahu.

Hal menarik lainnya adalah bagi para pemburu oleh oleh khas toraja, maka bisa hunting di ketekesu. Toko pernak pernik toraja ada disini, dan tentu harganya lebih murah  dibanding yang dijual di pasar pasar.  Anda juga bisa melihat langsung kebolehan penduduk setempak dalam membuat ornamen ornamen khas toraja.

5. Batutumonga

Pemandangan dari atas Batutumonga yang diabadikan oleh cristianus / sumber: kfk.kompas

Berbeda dari objek wisata sebelumnya, batutumonga menawarkan pesona sendiri. Kalau sebelumnya kental dengan nuansa budaya, religi, peninggalan purbakala. Kalau di batutumonga anda akan disuguhi dengan pemandangan alam yang eksotis.

Terletak di lereng gunung sesean menjadi nilai tambahnya. Kita bisa melihat pemandangan toraja dari sini. Perjalanan menuju batutumonga telah menjadi paket wisata yang ditawarkan secara Cuma Cuma.

Hamparan terasering sawah yang hijau di musim tanam dan menguning bagai emas kena terpaan sinar matahari di musim panen. Jadi objek foto yang menarik. Perkampungan penduduk dan pemandangan kota rantepao dari puncak.

Wah sungguh paket wisata yang luarbiasa 
 

Pantas saja jika Toraja jadi tujuan wisata para pelancong. Selain objek wisata diatas, Pemerintah daerah Toraja dan pemerintah provinsi sulawesi selatan juga ikut menambah semarak wisata toraja dengan menyelenggarakan even lovely toraja.

Dari even ini, keindahan toraja akan dieksplor melalui beberapa even yang menyenangkan dan tentu saja disesuaikan dengan apa yang dicari oleh para turis asing dan lokal.

Berikut even lovely toraja.
  1. 1 – 2 Desember 2012 : Jelajah Sepeda Wisata (JSW) di Tana Toraja
Jelajah wisata yang diabadikan oleh basrul haq, antara foto / sumber: antarafoto

  1. 5 Desember 2012 : Rakit Tradisional
    Lokasi: Sungai Sa’dan sepanjang Bungin sampai Pantan, Makale – Tana Toraja


  1. 7 Desember 2012 : Jalan Santai
    Lokasi: kota Makale – Tana Toraja

  1. 10 Desember 2012: Trekking
    Lokasi: Jalur Trekking Burake (Makale) – Sangalla’ – Makale Utara


  1. 15 Desember 2012 : Lomba Memancing
    Lokasi: Barereng, Kurra – Tana Toraja

  1. 17 Desember 2012 : Panjat Tebing
    Lokasi: Tana Toraja


  1. 18 Desember 2012: Lomba Tangkap Ikan
    Lokasi: Makale – Tana Toraja

  1. 20 – 25 Desember 2012 : Lomba Hias Pohon Natal
    Lokasi: Jalan Poros Tana Toraja (Salubarani s/d Rantelemo)


  1. 20 – 31 Desember 2012: Pameran Kuliner & Kerajinan Daerah
    Lokasi: Makale – Tana Toraja

  1. 26 – 27 Desember 2012: Lomba/Pameran Foto Pesona Wisata
    Lokasi: Makale – Tana Toraja


  1. 26 – 29 Desember: Saluputti Mamali’
    Lokasi: Ulusalu – Tana Toraja

  1. 26 Desember 2012: Natal Oikumene Tana Toraja (Acara Puncak Lovely December)
    Lokasi: Makale – Tana Toraja

  1. 28 Desember 2012: Reuni Alumni SMA Katolik Makale
    Lokasi: SMU Katolik Makale


  1. 29 Desember 2012: Malam Apresiasi Budaya Toraja
    Lokasi: Lapangan Basket Makale

  1. 31 Desember 2012: Pesta Kembang Api Tutup Tahun 2012 & Tahun Baru 2013
    Lokasi: Area kolam Makale & Gunung Burake

Kemeriahan kembang api di malam tahun baru lalu, diabadikan oleh sahrul manda tikupadang, antarafoto /sumber: antarafoto

Foto di atas merupakan gambaran kemeriahan pesta kembang api di malam tahun baru 2011. Dari sini bisa dilihat gambaran serunya pesta kembang api yang akan berlangsung beberapa hari lagi di Toraja.


Hal lain dari even ini yang membuatnya menarik adalah para pelancong dari seluruh dunia akan bertemu disini. Tentu jika para pelancong datang dari seluruh dunia menjadi objek wisata tersendiri. Bagi yang belum pernah ketemu dengan bule, atau foto bareng, lovely toraja jadi kesempatan yang terbaik.


Pada puncak akhir tahun, ada pesta kembang api yang diselenggarakan di area kolam Makale dan gunung Burake. Menyaksikan kembang api di toraja tentu jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. 

NB: 
Bagi yang bingung dengan lokasi wisatanya atau takut tersesat, berikut foto map pariwisata dari Toraja semoga bisa membantu. Have Fun di Toraja.

 
tulisan ini diikutkan dalam lomba konten blog lovely toraja yang diselenggarakan oleh